Kecintaan-Nya


Mengapa kita harus belajar MENGENAL DIRI?…
Jawabannya “Agar lebih tau diri, Sadar diri, koreksi diri, Analisa diri, paham diri & berakhlak diri yg mulia…
Ada orang yg sadar diri, Tau diri dalam mengenal ALLAH, Ada yang analisa diri & paham diri dalam mengenal ALLAH,
Dan ada Yang berakhlak diri dalam mengenal ALLAH…

Setelah Dia sang hamba diri memahami akan ADANYA DIRI-NYA, Maka DIRI itu masuk kedalam QALBU dalam bentuk kehalusan-Nya.
Didalam QALBU terdapat beberapa tingkatan kehalusan Qalbu (Latifatul Qalbi)

Latifatul Qalbi mempunyai kehalusan dalam memahami QALBU tersebut…
Ada Qalbu yg YAKIN didalam Cinta-Nya,
Ada Qalbu yg ISTIQOMAH didalam Cinta-Nya,
Ada Qalbu yg IKHLAS didalam Cinta-Nya,
Ada Qalbu yg SYUKUR didalam Cinta-Nya,
Ada Qalbu yg SABAR didalam Cinta-Nya…

Dan didalam KECINTAAN-NYA itu adalah sesuatu Maqom KEHALUSAN yg tak terbatas…
Dan Hanya Sang Hamba dgn Sang ALLAH saja yg mengetahui kodrat & batas Kecintaan-Nya…

Dan inilah yg dinamakan Maqom MAHABBATULLAH…
Bahkan Didalam dialog baginda Syech Abd. Qadir Al Jaelani dgn ALLAH didalam Qalam Alam Kasyaf Manawiah…
DIA mengeluarkan SYAIR CINTA kepada beliau:
“Wahai penolong yg Agung, Seorang pejalan pencinta didalam mencari-Ku, takkan pernah padam cintanya, setelah ia benar2 ingin menjumpai apa yg sangat dicintainya”
(Kitab Risalah Al Ghautsiyah).

Salam Kecintaan

NUR ADZ DZIKRA.

image

image

Iklan