Tasawuf


RENUNGAN DALAM KEDEKATAN BATHIN (Tasawuf).

“Dalam kitab Qut al Qulub di sebutkan bahwa orang-orang yang tidak di bukakan pemahaman ilmu ini (Tasawuf), yaitu ilmu batin, berarti ia hanya termasuk kelompok kanan (org beriman saja), dan orang yang di beri pemahaman  dalam ilmu batin berarti ia termasuk orang-orang yang di dekatkan kpd Sirrullah (Rahasia2 ALLAH).
Pernyataan ini jelas karena ilmu materi tidak akan mengeluarkannya dari penjara alam. Dia selamanya bersama alam. Jika ia bersama alam berarti meluputkan penyaksian pencipta alam.
As Syeikh Ibn Atha’illah RA menyatakan :”Kamu beserta alam, selama kau tidak menyaksikan pencipta alam. Jika kau menyaksikannya berati alam itu ikut bersamamu.

“Definisi Tasawuf
Sejak dahulu hingga sekarang telah lahir beraneka ragam makna (definisi) serta uraian penafsiran tentang ilmu2 Tasawuf, baik yang berasal dari Ahli Tarekat, Ahli Hakikat-Makrifat (Kaum Shufiyah), maupun dari kalangan selainnya dengan bermacam tujuan dan keinginan guna mendapatkan kefitrahan diri & menjadi sedekat2nya kpd Rabb-NYA. Dan ilmu Tasawuf sendiri adalah “Laduni Bil Hikmah”… Ilmunya menjadi Hikmah bagi diri si Hamba dalam setiap gerak perjalanan hidupnya.

Hal demikian dikarenakan Tasawuf merupakan jalan menuju mardhatillah, sebagaimana dikatakan: الطَّرِيْقُ إِلىَ اللهِ بِعَدَدِ نـُجـُوْمِ السَّمَآءِ أَوْ بِعَدَدِ أَنـفَاسِ الْخـَلَائِقِ “Thariq (jalan) menuju kepada Allah itu sebanyak bintang di langit atau sebanyak nafas makhluk Allah”. [Menurut lafazh lainnya: الطَّرِيْقُ إِلىَ اللهِ عَلى عَدَدِ أَنفَاسِ الْخَلاَئِقِ Beraneka ragam bentuk/ mujahadah dapat dilihat di kitab Siyarrus Salikin II: 237-241 & III 56-57, karya Abdus Shamad al Palimbani al Jawi] Di antara definisi/ makna Tasawuf itu adalah seperti yang dikatakan oleh Syaikh Junaid Al Baghdadi Rhm, bahwa Tasawuf itu adalah membersihkan hati daripada hal/ perkara yang mengganggu pada kebanyakan makhluk, berjuang meninggalkan pengaruh kelakuan bawaan, memadamkan sifat-sifat rendah, menjauhi segala panggilan (seruan) dari hawa nafsu, menghendaki sifat-sifat ruhani yang suci, bergantung kepada hakikat, mendahulukan sesuatu yang terlebih penting dan terlebih kekal, menaburkan nasihat kepada sesama, memegang teguh janji dengan Allah dalam hal Hakikat dan mengikut contoh Rasulullah SAW dalam hal syariat . Dan lagi berkata Sufi lainnya, yaitu Syaikh Ma’ruf al Karkhi Rhm : “Tasawuf adalah mengambil hakikat, dan putus asa dari apa yang ada dalam tangan sesama makhluk” Abu Muhammad al Jurairi Rhm mengatakan: “Tasawuf adalah masuk ke dalam akhlak menurut contoh yang diwariskan Nabi dan keluar dari akhlak yang rendah”. Abu Ali Ahmad ar Ruzbari Rhm barkata: “ Seorang shufi ialah yang memakai kain shuf untuk membersihkan jiwa, memberi makan hawanya dengan kepahitan, meletakkan dunia di bawah tempat duduk dan berjalan (suluk) menurut apa yang dicontohkan Rasulullah Al Mushthafa SAW”.

image

image

Salam Santun Nan Sejahterah.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: